cerita cinta

Rabu, 22 Juli 2015

takut mati?

jadi inget tentang orang2 yang sudah meninggalkan dunia

beberapa dari mereka memberi semacam isyarat dari tingkah laku yang berbeda,lain dari kebiasaannya sehari hari

meskipun byk teman saya maupun saudara dan tetangga yang mendahului saya menghadap Tuhan, namun cuma beberapa yang saya saksikan detik2 menjelang pulangnya kepada Tuhan

sedih memang, seperti ketika bapak saya meninggal, betapa keseluruhan keadaan saya mulai berubah sejak bapak masuk kedalam kehidupan kami menggantikan alm.bapak saya dg menikahi ibuk.

sifat beliau memang sangat keras, tapi saya melihat betapa sayangnya bapak kepada saya,  beberapa nasehat serta upaya dilakukan agar saya bisa punya pekerjaan dan penghasilan yang bisa di bilang cukup untuk menafkahi anak dan istri

apalagi ketika anak saya lahir, rutinitas bapak menggendong tiap pagi dan tidak boleh di wakilkan, seolah seperti pertanda ingin melepas kasih sayang. hanya 34 hari setelah kelahiran anak saya, bapak meninggal karna paru2

saya rasa hidup itu seperti pohon, daun yang tua berguguran, lalu tunas2 yang muda tumbuh

sejak kepergian bapak saya seperti selalu sendirian ketika masalah yang masih sama datang mengusik pikiran, seperti tidak ada siapapun yang bisa diajak bercerita


saya sedih, tapi semua orang pastilah mati, termasuk bapak. meskipun saya blm siap ditinggalkan.

saya cuma berharap bisa bersikap dewasa menghadapi problema

suatu saat saya pasti mati, entah siap atau tidak , pergi dan di tinggal pergi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar